Ozil, El Buho!


Pasti nawak-nawak gak asing dengan pemain yang fotonya ayas pampang diatas. Yup! dialah Mesut Oezil. pemain Jerman keturunan Turki. Pemain yang dijuluki el-buho (burung hantu) terkenal dengan operan yang akurat. So, nggak sedikit assist yang dia hasilkan untuk mencetak gol ke gawang lawan. Sebenarnya hal ini sempat membuat geram ayahnya, namun Ozil tetap senang dengan apa yang dia lakukan. Dia sempat mengutarakan bahwa dia bermain sepakbola menggunakan jiwa Turki dan kekuatan Jerman.
Ozil punya kebiasaan yang lain daripada yang lain. Dia selalu membaca Al-Quran sebelum memulai setiap pertandingan. menurut pria 23 tahun ini, kebiasaan itu telah memberinya kekuatan lebih dalam bermain. Dia mengaku pada saat seperti itu -membaca Al-Quran- tak ada satupun rekan setimnya yang berani mengajak bicara.
Coba amati Ozil saat pertandingan hampir berlangsung, atau lebih tepatnya saat National Anthem of Germany a.k.a lagu kebangsaan Jerman di kumandangkan. Dia tidak pernah ikut bernyanyi. Jangan terburu-buru menghakimi dia tidak nasionalis, tapi yang dia lakukan adalah 'merapalkan' beberapa ayat Al-Quran sembari berdoa untuk kesuksesannya dan teman-temannya. Mungkin salah satu sebab mengapa Jerman begitu hebat di EURO2012 adalah rahasia doa seorang Mesut Ozil!
Oh ya nawak, Ozil ini terkenal jarang marah atau mungkin hampir gak pernah saat pertandingan. Pernah sekali dia marah, kali ini korbannya adalah Davis Villa. yup! pemain elBarca itu menjadi korban amukan Ozil karena -menurut Ozil- Villa telah menghina agamanya. Alhasil, akibat kemarahannya itu Ozil terkena kartu merah dan dikeluarkan dari pertandingan.
Nah, beberapa hal yang bisa kita ambil dari Ozil. Serahkan semua kepada Tuhan, kita hanya tinggal menjalankan apa yang digariskan. Awali segalanya dengan doa, Insya Allah sukses. Berusahalah semaksimal mungkin, namun jangan lupa gunakan hati untuk menghadapi segala hal. Jangan mudah marah karena marah itu merusak segalanya. Dan, jangan macam-macam dengan orang sabar, salah-salah itu bisa jadi malapetaka!
Sekian, mudah-mudah bisa jadi motivasi untuk nawak-nawak. Illahi anta maksudi wa ridhoka matlubi :)

Trik Fotografi dengan Kamera HP

Oke, kamera HP merupakan kamera yang paling simple yang mungkin bisa kita bawa kemana-mana. Bisa disebut juga sebagai teman setia saat berpetualang. Saat ini, gara-gara kemajuan jaman, fitur kamera HP inipun juga mengalami peningkatan yang sangat pesat. Namun, sepesat apapun mereka meningkatkan teknologinya tetap kamera HP memiliki banyak kekurangan. Belum lagi kekurangan ini ditambah dengan cara kita menggunakan dengan serampangan.
Nah, ayas pengen berbagi dengan nawak-nawak tentang trik-trik foto pake kamera HP dengan hasil maksimal (insya Allah). Kan bagus juga tuh buat foto bareng pacar ato buat foto profil jejaring social Cuma bermodal HP. Ah, sudahlah, sebaiknya ayas jangan banyak bicara, let’s cekidot!
  • Jangan pernah nge-zoom, lebih baik mendekatlah!
  • Kamera HP di desain untuk memotret obyek yang jauh. Jadi jangkauan kamera HP cukup luas. Nah, fungsi zoom di kamera HP ini sebenernya Cuma memotong dan membesarkan potongan yang kecil itu tadi, alhasil gambar hasil zoom HP relatif buruk. So, zoom HP = gambar tak tajam
  • .       Perhatikan cahayanya Bro! mata sama kamera gak sama sensitifnya, kita bisa ngeliat di remang-remang tapi kamera HP nggak. Usahakan cahayanya cukup untuk menghasilkan gambar yang “gahar”. Coba bandingkan saat umak memotret outdoor dan indoor menggunakan kamera HP, hasilnya akan jauh berbeda. Bersyukurlah kalau ada flashnya di kamera HP umak, flash tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Jarak efektif dari flash ini adalah 2-3 meter. So, jangan berharap menerangi satu ruangan dengan satu lampu flash, kamera HP pula.
  •             Jangan goyang kameranya…
  •            Perhatikan komposisi gambar, apa itu komposisi? Komposisi adalah perbandingan antara obyek dan backgroundnya. Lain kali ayas bahas sendiri di artikel yang berbeda.
  •          Coba posisi yang tidak wajar, tapi jangan alay!
  •           Pilih resolusi tertinggi
  •           Sebelum njepret, pastikan lensa kamera bersih
  •          Shutter lag. Shutter lag, adalah waktu jeda antara kita memencet tombol dengan kamera itu mengambil gambar. Jadi sebelum hasil gambar ter-preview jangan pernah menggerakkan kamera, ntar hasilnya kabur.
  •          Jangan ngedit gambar di HP, mending di computer pake photoshop, photoscape atau yang lain. Itu akan membuat kreatifitas umak gak bisa bebas.
  •        Banyaklah mencoba!
Nah sekian triknya, mudah-mudahan bermanfaat.
(dari berbagai macam sumber)

contoh hasil dari kamera HP ->
 menurut ayas ini udah udah pas dari segi komposisi dan pencahayaan

 pemandangan, pencahayaan oke tapi fokus hancur, salah satu kelemahan kamera HP

 ketika pencahayaan yang tepat tapi komposisi lemah beginilah hasilnya, aneh -__-

 lagi-lagi komposisi hampir dapat, tapi cahaya kurang

 over-back-light pada kamera HP menimbulkan gambar berbintik

ketika berada di tempat yang gelap kamera HP juga menimbulkan bintik-bintik yang mengurangi kualitas gambar

Jersey Team EURO 2012

Nah, sekarang kan lagi jamannya EURO 2012. Ayas sempat hunting di internet buat nyari jersey dari peserta EURO ini. Gara-gara nonton pertandingan pertama antara Yunani vs Polandia dan ayas tertarik dengan jersey team Yunani.
berikut sekilas jersey mereka (maaf semrawut)

KROASIA
away

home

REP. CZECH

away

home

DENMARK

away

home

PRANCIS

away

home

JERMAN

away

home

YUNANI

away

home

BELANDA

away

home

REP. IRLANDIA

away

home

ITALIA

away

home

PORTUGAL

home

away

UKRAINA

home

away

POLANDIA

home

away

RUSIA

away

home

SPANYOL

away

home

SWEDIA

away

home

INGGRIS

home

away

ini rangkumannya

Ketika Mereka bertanya kenapa mereka seperti itu?

Lahir dari pasangan guru, aku seolah sudah terdidik disiplin dan bermoral baik. Maklum, kedua orang tuaku mendidik aku dengan dengan keras. Maksudku keras disini bukan kekerasan yang seperti dibayangkan; dipukuli, di tendang, diancam, dll. Mungkin benar aku memang dididik nyaris seperti itu. Namun aku juga menyadari, maksud mereka melakukan itu hanyalah demi mendidik anaknya menjadi orang yang tegas dalam bertindak. Aku berpikir, mereka bukan mendidikku keras, tapi lebih tepatnya tegas. Tegas, merupakan suatu kekerasan yang tetap memandang segala sesuatu dengan akal sehat. Sedangkan keras, segalanya dipandang dengan emosi. Lebih fatal lagi jika emosi ini tak terkontrol. Banyak cara mendidik anak pada masyarakat akhir-akhir ini cenderung memanjakan anak. Mungkin ini tampak lebih manusiawi terhadap kehidupan masa muda anak-anak. Tapi jika disangkut-pautkan dengan masa depannya bisa jadi kebalikannya. Anak yang terdidik manja, penuh kasih sayang, dan dilindungi tentunya tak akan sanggup mandiri dalam menghadapi hidup yang bisa kita sebut keras ini. Beberapa pengamatan yang telah aku lakukan, menunjukkan bahwa anak yang “dimanja” oleh orang tuanya cenderung lebih sulit diatur dan sering melanggar aturan. Mungkin hal tersebut merupakan salah satu pengaruh dari terlalu dilindunginya seorang anak sehingga anak tak mengenal lebih dekat aturan tersebut. Bisa jadi pada akhirnya perlakuan seperti itu akan membuat terjadinya suatu deskriminasi. Deskriminasi yang dimaksud disini adalah ketika anak yang “manja” tadi diberikan sebuah toleransi tersendiri -dengan notabene pembuat aturan adalah orangtua sang anak- akan membuat anak lain yang menjalankan aturan yang sama dan tidak mendapatkan toleransi akan merasakan ketidakadilan. Lebih parahnya lagi ketidakadilan ini akan membuat sang anak yang semula patuh dan taat pada aturan akan berbalik arah dan justru menyerang aturan itu sendiri. Didikan seorang anak tentu takkan bis lepas dari orang tua sang anak itu sendiri. Sebagian besar dari pengamatanku dapat disimpulkan, kebanyakan anak yang manja sebagian besar berasal dari keluarga yang relatif berkecukupan. Namun terdapat juga beberapa anak yang berasal dari keluarga yang berlatar belakang “mampu” tidak memiliki sifat manja yang berlebihan. Ternyata perbedaannya ada disini, anak-anak yang manja tersebut terlahir dalam kondisi keluarga yng sudah mapan, sehingga tak merasakan sulitnya hidup. Sebaliknya, anak yang tidak manja kebanyakan dari mereka sempat mengalami pengalaman hidup yang berat sehingga mereka mampu memilah dan memilih jalan hidup mereka sendiri

Pentingnya Seorang Guru (Spiritual)

“Barang siapa yang menuntut ilmu tanpa bimbingan Syekh (Guru Mursyid) maka wajib setan Gurunya” (Abu Yazid al-Bisthami). Ucapan tokoh besar sufi diatas di khususkan untuk yang berhubungan dengan kerohanian, mistik dimana jika kita belajar tanpa ilmu maka setan akan mudah menyusup dalam setiap ilmu yang kita pelajari. Tidak ada Guru menyebabkan tidak ada yang menegur, membimbing dan mengarahkan agar kita agar tetap berada di jalan yang benar. Betapa banyak orang menerima ilmu gaib dari sumber-sumber yang tidak jelas, baik Guru maupun asal ilmu. Ada orang menerima ilmu sakti dari mimpi, didatangi sosok yang mengaku sebagai wali Allah kemudian diajarkan ilmu tertentu dan biasanya berupa ayat-ayat yang harus diamalkan, kemudian dia menjadi sakti. Kesaktian yang diperolehnya tersebut kemudian dibungkus dengan ibadah-ibadah, penampilan yang shaleh, untuk memikat banyak orang agar mau mengikuti jalannya yang keliru. Lebih parah lagi, dia tidak menyadari kalau yang diamalkan itu berasal dari setan. Ada juga orang yang pengetahuan agamanya luas, karena ingin Nampak ‘keramat”, hebat dan disegani orang, kemudian dia mencari ilmu gaib dari sumber-sumber yang dilarang oleh agama. Bertapa di gunung atau menyendiri di pinggir laut sehingga kemudian dia menjadi orang sakti mandraguna. Setan sangat mudah memperdaya manusia dengan menawarkan kehebatan-kehebatan karena sifat dasar manusia ingin selalu hebat dan lebih dari yang lain. Setan membuat jebakan-jebakan gaib yang diawalnya Nampak benar tapi akhirnya membawa kita kepada kesesatan. Manusia suka cepat, instan, tidak perlu bersusah payah langsung ingin dapat hasil. Karena itu setan menawarkan bukan yang instan juga, tidak perlu bersusah payah zikir di tarekat tapi langsung menawarkan kepada makrifat. Makrifat yang instan itu perlu dipertanyakan kebenarannya. Jangan anda silap, Iblis sebagai mantab malaikat bukan hanya bisa keluar masuk surga tapi bahkan dia bisa mengcopy paste bentuk surga dan kemudian menawarkan kepada manusia. Ada yang memperoleh kesaktian dari amalan-amalan ayat-ayat Al-Qur’an, seperti mengamalkan Ayat Kursi dan lain-lain. Apakah kehebatan yang dia peroleh tersebut murni? Atau kekuatan yang diperolehnya melalui setan? Disinilah pentingnya kita mempunyai Guru Pembimbing, yang sudah mencapai tahap Makrifatullah, seorang Guru yang Arifbillah, sudah sangat berpengalaman melewati jalan kepada Tuhan sehingga bisa memberikan kepada kita pentunjuk agar bisa selamat sampai ke tujuan. Tidak cukup hanya dengan mambaca AL-Qur’an dan menghapal hadist serta memiliki kecerdasan untuk bisa berkenalan dengan Allah SWT. Untuk membuktikan bahwa Allah ada diperlukan dalil Aqli (Akal) dan Dalil Naqli (Ayat-ayat) akan tetapi untuk bisa sampai kehadirat-Nya tidak cukup hanya dengan dalil, anda memerlukan pembimbing rohani yang akan membimbing anda agar sampai kehadirat-Nya. Itulah sebabnya kenapa orang yang hanya belajar dari bacaan akan memperoleh hasil berupa bacaan pula. Sementara orang yang belajar dari seorang Guru yang Ahli akan memperoleh hasil yang berwujud, sesuai dengan apa yang telah dijanjikan Allah di dalam Al-Qur’an. Jangankan ilmu berkomunikasi dengan Allah, ilmu makrifatullah yang sangat halus dan tak terhingga hebatnya, ilmu biasapun anda harus mempunyai Guru yang ahli. Anda bisa mempelajari ilmu ekonomi dari bacaan akan tetapi anda tidak akan bisa menjadi seorang sarjana ekonomi hanya dengan membaca. Anda memerlukan Guru (Dosen) yang akan membimbing, menguji, sehingga anda diakui sebagai seorang Sarjana. Begitu juga dengan ilmu kedokteran, anda bisa memperoleh ilmu-ilmu tentang kedokteran dengan cara membaca buku-buku yang diajarkan di fakultas kedokteran, akan tetapi anda tidak akan pernah bisa menjadi dokter atau diakui sebagai dokter jika anda tidak mempunyai Guru (dosen) yang akan membimbing dan menguji anda. Kalau anda memaksakan diri menjadi dokter (tanpa menuntut ilmu dari yang ahli) maka anda akan menjadi dokter gadungan yang akan menyusahkan banyak orang. Orang yang mengatakan bisa makrifatullah (mengenal Allah) hanya dengan membaca saja dan kemudian mengingkari posisi penting Guru Mursyid tidak lain karena kesombongannya semata. Memang anda akan mengetahui banyak ilmu tentang ayat-ayat, dalil-dalil, teori-teori akan tetapi anda tidak akan bisa memperoleh “rasa” bertuhan hanya dengan sekedar membaca. Guru Mursyid yang akan membimbing anda adalah orang yang telah memperoleh pengakuan dari Guru sebelumnya, dan Guru sebelumnya telah memperoleh juga pengakuan dari Guru sebelumnya, secara sambung menyambung sampai kepada Rasulullah SAW. Hakikatnya, Rasulullah SAW lah atas izin Allah yang memberikan ijazah kepada Guru Mursyid untuk mengajar para murid-muridnya diseluruh dunia agar bisa mengenal Allah dengan sebenar kenal sebagaimana Rasulullah membimbing ummat di zaman ketika Beliau masih hidup. Terakhir, anda bisa mengetahui tentang riwayat hidup Rasulullah SAW dengan membaca hadist-hadist dan sejarah hidup Beliau yang banyak ditulis oleh para ahli, akan tetapi untuk bisa berhampiran, akrab dan mesra dengan Rasulullah, rohani anda harus ada yang menuntun berhampiran dengan rohani Rasulullah yang hidup disisi Allah, sehingga setiap saat Rasul begitu dekat dengan anda, mengisi hidup anda dan selalu dihati anda walaupun jarak antara kita dengan Rasulullah dipisah berabad-abad. Demikian! Sumber: sufimuda.net

Umar RA dan Abu Bakar RA

Bismillahir rahmanir rahiem "Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka ber-lomba2-lah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allahlah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan." (QS 5:48) Umar bin Khaththab (ra) meriwayatkan, "Suatu ketika [1] Rasulullah (saw) memerintahkan kami untuk bersedekah." "Waktu itu aku memiliki sedikit harta kekayaan. Akupun merenung, betapa hingga saat itu Abu Bakar (ra) selalu membelanjakan hartanya lebih daripada yang aku belanjakan di jalan Allah. Lalu aku berharap dengan karunia Allah, semoga kali ini aku dapat membelanjakan hartaku lebih daripadanya, karena saat itu aku mempunyai harta yang cukup untuk aku belanjakan. Aku pulang ke rumah dengan perasaan gembira sambil membayangkan buah pikiran tadi. Selanjutnya, segala yang ada di rumah aku ambil setengahnya." Melihat betapa banyaknya harta yang diberikan Umar ((ra) maka, Rasulullah (saw) bertanya, "Apa ada yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, ya Umar?" Jawab Umar (ra), "Ya, ada yang aku tinggalkan buat mereka, ya Rasululllah." Rasulullah (saw) bertanya lagi, "Berapa banyak yang telah kamu tinggalkan?" Jawab Umar (ra), "Aku telah tinggalkan setengahnya." Tidak berapa lama kemudian, Abu Bakar (ra) datang dengan membawa harta bendanya. Umar (ra) berkata, "Aku mengetahui kemudian bahwa dia telah membawa seluruh miliknya sebagaimana yang aku dengar dari pembicaraannya dengan Rasulullah." Rasulullah (saw) bertanya, "Apakah yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, ya Abu Bakar?" Jawab Abu Bakar (ra), "Aku tinggalkan bagi mereka Allah dan rasul-Nya." Lalu Umar (ra) berkata, "Sejak saat itu aku mengetahui bahwa se-kali2 aku tidak dapat melebihi Abu Bakar." Subhanallah. Sumber : imanyakin.modblog.com

Sesuatu yang Berbeda tentang Wali Songo

Gak sengaja saya browsing sesuatu tentang Wali Songo, malah nemuin sesuatu yang unik bin menarik. Berbeda dengan cerita wali songo lainnya, ini memiliki nuansa yang berbeda. Sekali lagi kisah Walisongo penuh dengan cerita-cerita yang sarat dengan mistik. Namun Widji Saksono dalam bukunya “Mengislamkan Tanah Jawa” telah menyajikan analisis yang memenuhi syarat keilmuan. Widji Saksono tidak terlarut dalam cerita mistik itu, memberi bahasan yang memadai tentang hal-hal yang tidak masuk akal atau yang bertentangan dengan akidah Islamiyah. Widji Saksono cukup menonjolkan apa yang dialami oleh Raden Rachmat dengan dua temannya ketika dijamu oleh Prabu Brawidjaja dengan tarian oleh penan putri yang tidak menutup aurat. Melihat itu Raden Rachmat selalu komat-kamit, tansah ta’awudz. Yang dimaksudkan pemuda tampan terus istighfar melihat putri-putri cantik menari dengan sebagian auratnya terbuka. Namun para pengagum Walisongo akan “kecelek” (merasa tertipu, red) kalau membaca tulisan Asnan Wahyudi dan Abu Khalid. Kedua penulis menemukan sebuah naskah yang mengambil informasi dari sumber orisinil yang tersimpan di musium Istana Istambul, Turki. Menurut sumber tersebut, temyata organisasi Walisongo dibentuk oleh Sultan Muhammad I. Berdasarkan laporan para saudagar Gujarat itu, Sultan Muhammad I lalu ingin mengirim tim yang beranggotakan sembilan orang, yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, tidak hanya bidang ilmu agama saja.. Untuk itu Sultan Muhammad I mengirim surat kepada pembesar di Afrika Utara dan Timur Tengah, yang isinya minta dikirim beberapa ulama yang mempunyai karomah. Berdasarkan perintah Sultan Muhammad I itu lalu dibentuk tim beranggotakan 9 orang untuk diberangkatkan ke pulau Jawa pada tahun 1404. Tim tersebut diketuai oleh Maulana Malik Ibrahim yang merupakan ahli mengatur negara dari Turki. Berita ini tertulis di dalam kitab Kanzul ‘Hum karya Ibnul Bathuthah, yang kemudiah dilanjutkan oleh Syekh Maulana Al Maghribi. Secara lengkap, nama, asal dan keahlian 9 orang tersebut adalah sebagai berikut: 1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara. 2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan. 3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir. 4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko. 5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara. 6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan. 7. Maulana Hasanudin, dari Palestina. 8. Maulana Aliyudin, dari Palestina. 9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni jin jahat (??). Dengan informasi baru itu terjungkir-baliklah sejarah Walisongo versi Jawa. Ternyata memang sejarah Walisongo versi non-Jawa, seperti telah disebutkan di muka, tidak pemah diekspos, entah oleh Belanda atau oleh siapa, agar orang Jawa, termasuk yang memeluk agama Islam, selamanya terus dan semakin tersesat dari kenyataan yang sebenamya. Dengan informasi baru itu menjadi jelaslah apa sebenamya Walisongo itu. Walisongo adalah gerakan berdakwah untuk menyebarkan Islam. Oleh karena gerakan ini mendapat perlawanan dengan gerakan yang lain, termasuk gerakan Syekh Siti Jenar.

Sedikit Untaian Kata Mutiara dari Para Guru Besar Tharikat Naqsyabandiyah

Syaikh Ahmad al-Faruqi Sirhindi berkata Ketahuilah bahwa melakukan perjalanan (suluk) pada Tariqah yang paling Mulia ini adalah dengan ikatan (rabitah) dan cinta pada Syaikh yang kita ikuti. Syaikh seperti itulah yang berjalan di Jalan ini dengan keteguhan (istiqamah), dan ia tercelupi (insabagha) dengan segenap macam kesempurnaan melalui kekuatan daya tarik Ilahiah (jadzbah). Pandangannya menyembuhkan penyakit-penyakit hati dan konsentrasinya atau pemusatan pikirannya (tawajjuh) mengangkat habis cacat-cacat ruhani. Ala’uddin al-Bukhari al-Attar Aku diberi kekuatan oleh Syaikhku, Syaikh Naqsybandi, sedemikian rupa sehingga bila Aku ingin memfokuskan setiap orang di alam semesta ini, Aku akan mengangkat mereka semua ke tingkat ihsan. Niat dalam berkhalwat adalah untuk meninggalkan segala hubungan duniawi dan mengarahkan diri kepada Tuhan. Tingkat Kefanaan Ketika Allah membuatmu lupa akan kekuatan duniawi maupun Kerajaan Surgawi, itu adalah Kefanaan yang Mutlak. Dan Jika Dia membuatmu lupa akan Kefanaan yang Mutlak itu, itu adalah Inti dari Kefanaan yang Mutlak. Waspadalah dalam menyakiti hati para Sufi.javascript:void(0); Jika engkau menginginkan persahabatan dengan mereka (para sufi), pertama kalian harus belajar bagaimana bertingkah laku di hadapan mereka. Kalau tidak kalian akan menyakiti diri sendiri, karena jalan mereka adalah jalan yang paling lembut. Jika kalian berpikir bahwa kalian telah berperilaku paling baik berarti engkau telah salah, karena memandang dirimu baik adalah suatu kesombongan. Diam adalah keadaan terbaik, kecuali dalam tiga kondisi: kalian tidak boleh berdiam diri dalam menghadapi gosip buruk yang menyerang hatimu, kalian tidak boleh berdiam diri dalam mengarahkan dirimu untuk mengingat Allah, dan kalian tidak boleh berdiam diri ketika pandangan spiritual dalam hatimu memerintahkan untuk bicara Melindungi hatimu dari pikiran jahat sangatlah sulit, dan Aku melindungi hatiku selama 20 tahun dengan tidak membiarkan ada satu godaan pun yang memasukinya. Amalan terbaik dalam Thariqat ini adalah menghukum godaan dan gosip di dalam hati. Aku tidak senang terhadap beberapa murid, karena mereka tidak berusaha untuk menjaga keadaan pandangan spiritual yang muncul kepada mereka. Jika hati para pengikut (murid) dipenuhi dengan cinta terhadap Syaikh, maka cinta ini mengalahkan semua cinta dalam hatinya, sehingga hati itu dapat menerima transmisi Pengetahuan Ilahi, yang tidak berawal dan tidak berakhir. Murid harus merasa yakin bahwa tidak akan mencapai tujuannya kecuali melalui kepuasan dan cintanya pada Syaikhnya. Murid harus mencari kepuasan itu dan dia harus tahu bahwa semua pintu telah terkunci, kecuali satu pintu, yaitu Syaikhnya. Murid harus mengorbankan dirinya demi Syaikhnya, Walaupun dia telah mempunyai pengetahuan tertinggi dan mujahada (kapasitas untuk berusaha) yang paling tinggi, dia harus meninggalkan semuanya dan sadar bahwa dia tidak ada artinya di hadapan Syaikhnya. Para murid harus memberikan otoritas penuh kepada Syaikh dalam segala urusannya, baik religius maupun duniawi, sedemikian sehingga dia tidak mempunyai keinginan selain keinginan Syaikhnya. Mengunjungi Syaikh adalah suatu Sunnah Wajiba, yaitu suatu kewajiban setiap murid, paling tidak setiap hari, atau setiap hari lainnya, dan senantiasa menjaga batas dan kehormatan antara dirimu dengan Syaikh. Jika jarak antara kalian dengan Syaikh cukup jauh, kunjungilah paling tidak sekali sebulan atau dua bulan sekali agar hubungan kalian tidak terputus, Janganlah kalian puas hanya tergantung pada koneksi antara hatimu dengan hati mereka. Aku memberi jaminan kepada setiap pencari dalam thariqat ini, jika dia meniru Syaikh dengan hati yang tulus, pada akhirnya dia akan menemukan realitasnya. Syaikh Naqsybandi memerintahkan Aku untuk meniru beliau dan apa pun yang Aku lakukan untuk meniru beliau, sehingga dengan segera Aku dapat memetik hasilnya. Syaikh Naqsybandi memperingatkanku, barang siapa menginginkan Maqam Kewalian, maqam yang penuh kesempurnaan, dia akan tersesat. Jika Murid meniru syaikhnya ketika sedang berada dalam Maqam Kesempurnaan, dia akan berada dalam bahaya, seperti halnya ketika dia ingin terbang tanpa mengembangkan sayapnya. Shaikh Muhammad Baba as-Samasi Jadilah orang yang terbimbing dengan ajaran Syaikhmu, sebab ajaran itu dapat menyembuhkanmu secara langsung dan lebih efektif daripada membaca kitab. Ketika bersama Syaikhmu Kalian harus menjaga hadab. kalian harus menjaga hati dan tidak boleh berbicara di tengah kehadirannya dengan suara yang keras, kalian juga tidak perlu menyibukkan diri dengan shalat dan ibadah sunnah ketika sedang bersamanya. Jagalah kebersamaanya dalam segala hal. Jangan berbicara ketika mereka sedang berbicara. Dengarkan apa yang mereka katakan. Jangan melihat apa yang mereka miliki di rumah, terutama di kamar dan dapurnya. Jangan berpaling kepada Syaikh yang lain tetapi yakinlah bahwa Syaikhmu akan membuatmu tiba di tujuanmu. Jangan menyambungkan hatimu dengan Syaikh yang lain, bisa saja kalian akan terluka karena melakukan hal itu. Dalam menjaga kehadirat Syaikhmu, kalian tidak boleh menyimpan sesuatu dalam hatimu kecuali Allah SWT dan Nama-Nya. Syaikh Muhammad Zahid Di awal perjalananku dalam Thariqat ini, Aku duduk di sampingnya suatu hari di musim semi. Sebuah keinginan akan semangka masuk ke dalam hatiku. Beliau melihatku dan berkata, Muhammad Zahid , pergilah ke sungai di dekat kita itu dan bawakan kepadaku apa yang engkau lihat dan kita akan memakannya. Dengan segera Aku pergi ke sungai itu. Airnya sangat dingin. Aku menyelam ke dalamnya dan menemukan sebuah semangka di bawah air, sangat segar, seolah-olah baru saja dipotong dari dahannya. Aku sangat bergembira dan Aku mengambilnya dan berkata, ‘Wahai Syaikhku terimalah aku. Beliau berkata kepadaku, ‘Wahai Muhammad zahid, bila engkau pergi mengunjungi Syaikh atau ketika engkau duduk di tengah kehadiran Syaikh, berhati-hatilah agar jangan meletakkan kakimu sedemikian rupa sehingga kakimu menghadap ke arahnya. Aku menemukan sebuah pohon dan berbaring di bawahnya dengan kaki berselonjor. Sayangnya seekor binatang datang dan menggigit kakiku. Kemudian aku tertidur lagi dengan rasa nyeri, dan ketika aku tertidur seekor binatang menggigitku lagi. Tiba-tiba aku sadar bahwa Aku telah membuat suatu kesalahan besar, Aku telah menghadapkan kakiku ke arah Syaikhku. Dengan segera Aku bertaubat dan binatang yang menggigitku itu pun pergi. Syaikh Khalid al-Baghdadi Setelah shalat ‘Isya Syaikh Khalid memasuki ruang kamar rumahnya, dan memanggil seluruh anggota keluarganya, dan berkata kepada mereka, “Aku akan meninggal dunia pada hari Jumat.” Mereka tinggal bersamanya sepanjang malam. Sebelum Subuh beliau bangun, berwudhu dan melakukan shalat. Lalu beliau memasuki kamarnya dan berkata, “Tidak ada yang boleh memasuki kamarku kecuali orang yang telah kuperintahkan.” Beliau berbaring di sisi kanannya, menghadap kiblat dan berkata, “ Aku membawa semua wabah yang menyerang Damaskus.” Beliau mengangkat tangannya dan berdo’a, “Siapa pun yang terkena wabah itu, biarkan wabah itu mengenaiku dan bebaskan orang-orang di Syam”. Kamis tiba dan seluruh kalifahnya memasuki kamarnya. Sayyidina Isma`il ash-Shirwani bertanya kepadanya, “Bagaimana keadaanmu?” Beliau berkata, “Allah telah menjawab doaku. Aku akan membawa semua wabah yang melanda orang-orang di Syam dan Aku sendiri akan meninggal dunia pada hari Jumat. Syaikh Ismail ash-Shirwani Sufisme adalah kemurnian, dia bukan suatu deskripsi (gambaran). Dia adalah Kebenaran tanpa akhir, bagaikan sungai mawar merah.” “Tasawwuf adalah berjalan dengan Rahasia Allah” Saidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Tidaklah cukup kalau hanya berguru kepada yang menunjuki adanya TUHAN. Tapi Bergurulah pada yang bisa menuntun kita kehadiratnya. Rasulullah adalah pembawa wasilah, is the big conductor, is the wasilah carrier, is the missing link. Yang di maksud Silsilah itu yaitu: Silsilah ke-arwahan (qaddaza). Jasmaninya berlainan, turunannya dari berbagai bangsa, tempat tinggalnya di segala pelosok dunia, arwahnya jadi satu dengan Rasul Allah yang di surikan oleh Allah, menjelma menjadi tempat tumpuan al-quran dan hadits. Ada dua gerakan perbuatan manusia, Satu gerakan timbul dari hati yang berisi unsur keTuhanan dan ada pula gerakan timbul dari hati yang berunsur kesyaitanan. Tergantung isi hatinya. sama bergerak tapi tidak sama dasar sumber unsurnya. Nama Tuhan itu ada sembilan puluh sembilan, nama Muhammad itu ada seratus kurang satu. Muhammad itu adalah manusia ter-dhahir, Rasulullah terjalin, Allah tersembunyi. Sinar matahari adalah berjuta-juta tak terhingga banyaknya, tetapi cahaya matahari hanya satu dari matahari yang satu. Tetapi walaupun apa yang kau pegang, apakah sun beam, cahaya kecil, cahaya besar, apakah bentuk cahaya segitiga, oval, bundar, namun kalau kita letakkan mata kita dalam cahaya itu, kita melihat satu matahari saja.

Syaikh Muhammad Baba As-Samasi

Kita selami Lautan bersama, dan berdiri pada suatu titik di pantainya Tepat di atasnya adalah sabagai mentari yang terbit menerangi cakrawala. Tenggelamnya ada pada kita, pun dari kitalah merekah fajarnya Jiwa kita memancar dari kilau permata yang tersentuhkan oleh kedua tangan kita Saat itu kitapun menjadi permata Beritahukanlah pada kami, makna dan rahasia sang mentari mutiara apakah itu yang keluar dari Lautan ini; Kita selami semesta yang namanya dalam buku kita belum pernah ada Semesta terlalu sempit untuk dapat melingkupi kita bahkan dapat terlingkupi dalam kita Kita tinggalkan Lautan penuh gelombang badai Bagaimanakah orang lain mengerti apa yang telah kita gapai? Abu Madian Syekh Muhammad Baba as-Samasi adalah seorang pelajar al-Azizan yang ternama dan merupakan seorang Cendikia dari para Wali dan seorang Wali dari para Cendikia. Beliau unik dalam dua jenis pengetahuan, yaitu pengetahuan internal dan eksternal. Berkahnya menembus seluruh ummat di masanya. Dari keinginan belajarnya yang tinggi, beliau menyebabkan ilmu-ilmu ghaib dan rahasia menjadi tampak. Beliau adalah puncaknya Matahari Pengetahuan Eksternal dan Internal di abad ke-8 H. Salah satu tanda keajaibannya adalah mi’raj beliau dari Kubah Batu, yang merupakan hatinya ke maqam Cendikia dari para Cendikia. Para cendikia yang menguasai hikmah spiritual banyak yang menggali dari ladang ilmunya dan ikut berthawaf mengelilingi Ka’aba dibawah bimbingan beliau. Beliau dilahirkan di Sammas, sebuah desa di pinggiran Ramitan, tiga mil dari Bukhara. Beliau mengalami kemajuan dalam perjalanannya dengan memahami Ilmu dalam al-Qur’an, menghafalkan al-Qur’an dan Hadits Rasulullah saw, serta menjadi ahli di bidang Jurisprudensi. Kemudian beliau mulai mempelajari Teologi Spekulatif, Logika, Filosofi (‘ilm al-Kalam) dan Sejarah, sampai beliau dijuluki ensiklopedia berjalan bagi segala bidang ilmu dan seni. Beliau mengikuti Syaikh Ali ar-Ramitani al-’Azizan dan terus-menerus berperang melawan dirinya sendiri. Beliau melakukan khalwat setiap hari sampai mencapai maqam kemurnian sehingga Syaikhnya diizinkan untuk mentransfer Pengetahuan Surgawi yang bersifat Ghaib ke dalam hatinya. Beliau menjadi sangat terkenal dengan kekuatan ajaib dan ketinggian maqam kewaliannya. Syaikh ‘Ali Ramitani memilih beliau sebagai penerusnya sebelum beliau meninggal dan memerintahkan semua murid untuk mengikutinya. Beliau pernah berkata ketika melewati sebuah desa di Qasr al-‘Arifan, “Dari tempat ini Aku mencium wangi seorang Pemegang Ilmu Spiritual yang akan muncul dan dari namanyalah seluruh thariqat ini akan dikenal.” Suatu hari beliau melewati desa itu dan berkata, “Aku mencium aroma yang sangat kuat, seolah-olah Pemegang Ilmu itu telah lahir.” Tiga hari berselang, kakek dari seorang anak mengunjungi Syekh Muhammad Baba as-Samasi dan berkata, “Ini adalah cucuku.” Beliau lalu berkata kepada para pengikutnya, “Bayi ini adalah Pemegang Ilmu yang telah kuceritakan kepada kalian. Aku lihat di masa depan dia akan menjadi pemandu bagi seluruh ummat manusia. Rahasianya akan menggapai seluruh orang-orang shaleh. Pengetahuan Surgawi yang telah dicurahkan oleh Allah I kepadanya akan memasuki setiap rumah di Asia Tengah. Nama Allah swt akan terukir (Naqsh) dalam hatinya. Dan thariqat ini akan dinamai dengan ukiran tersebut.” Dari Ucapannya ”Para pencari harus selalu berusaha untuk mematuhi Perintah Allah swt, dan dia harus selalu berada dalam keadaan suci. Pertama dia harus mempunyai hati yang bersih sehingga tidak akan berpaling kepada apa pun kecuali Allah I. Selanjutnya dia harus menjaga agar bagian dalam tubuhnya tetap suci, dan tidak diperlihatkan kepada orang lain. Yaitu melihat dengan pandangan yang benar. Kesucian dada (sadr), terdiri atas harapan dan kepuasan terhadap Kehendak Ilahi. Kemudian kesucian jiwa, yang terdiri atas kesederhanaan dan penghormatan yang tinggi. Kemudian kesucian perut dengan hanya memakan makanan yang halal dan pantangan. Diikuti dengan kesucian badan yaitu dengan meninggalkan keinginan. Diikuti dengan kesucian tangan yang terdiri atas keshalehan dan ikhtiar. Kemudian kesucian dari dosa yaitu dengan menyesali kesalahan yang telah dilakukan. Selanjutnya kesucian lidah, yang terdiri atas dzikir dan istighfar. Kemudian dia harus mensucikan dirinya dari kelalaian dan kealfaan, dengan mengembangkan ketakutan terhadap Akhirat.” ”Kita harus selalu beristighfar, berhati-hati dalam segala urusan, mengikuti langkah orang-orang yang shaleh, mengikuti ajaran internalnya, dan menjaga hati dari segala godaan.” ”Jadilah orang yang terbimbing dengan ajaran Syaikhmu, sebab ajaran itu dapat menyembuhkanmu secara langsung dan lebih efektif daripada membaca buku.” ”Kalian harus menjaga asosiasi dengan seorang Wali. Dalam asosiasi itu kalian harus menjaga hatimu dari gosip dan tidak boleh berbicara di tengah kehadirannya dengan suara yang keras, kalian juga tidak perlu menyibukkan diri dengan shalat dan ibadah sunnah ketika sedang bersamanya. Jagalah kebersamaanya dalam segala hal. Jangan berbicara ketika mereka sedang berbicara. Dengarkan apa yang mereka katakan. Jangan melihat apa yang mereka miliki di rumah, terutama di kamar dan dapurnya. Jangan berpaling kepada Syaikh yang lain tetapi yakinlah bahwa Syaikhmu akan membuatmu tiba di tujuanmu. Jangan menyambungkan hatimu dengan Syaikh yang lain, bisa saja kalian akan terluka karena melakukan hal itu. Tinggalkan apa pun yang telah kalian kumpulkan semasa kanak-kanakmu.“Dalam menjaga kehadirat Syaikhmu, kalian tidak boleh menyimpan sesuatu dalam hatimu kecuali Allah swt dan Nama-Nya.” ”Suatu ketika Aku bertemu dengan Syaikhku, Syaikh ‘Ali ar-Ramitani . Ketika Aku memasuki kehadiratnya, beliau berkata kepadaku, ‘Wahai anakku, Aku kirimkan keinginan mi’raj ke dalam hatimu’ Segera setelah beliau mengatakan hal itu beliau menempatkan diriku ke dalam keadaan dengan panorama spiritual, di mana Aku melihat diriku berjalan siang dan malam, dari negriku menuju Masjid al-Aqsa, Aku memasuki masjid dan Aku melihat seseorang yang bepakaian serba hijau di sana. Beliau berkata kepadaku, ‘Selamat datang, kami telah menantimu sejak lama.’ Aku berkata, ‘Wahai Syaikhku, Aku meninggalkan negriku pada tanggal sekian. Tanggal berapa sekarang?’ Beliau menjawab, ‘Hari ini adalah 27 Rajab.’ Aku sadar bahwa Aku telah melakukan perjalanan selama 3 bulan untuk mencapai masjid itu, dan yang membuatku terkejut adalah bahwa Aku tiba di malam yang sama dengan malam isra mi’raj Rasulullah saw. Beliau berkata kepadaku, ‘Syaikhmu, Sayyid ‘Ali ar-Ramitani telah menantimu sejak lama di sini.’ Aku masuk ke dalam, dan Syaikhku sudah siap untuk menjadi Imam dalam rangkaian shalat malam. Setelah menyelesaikan shalatnya beliau menoleh kepadaku dan berkata, ‘Wahai anakku, Aku telah diperintahkan oleh Rasulullah saw untuk menemanimu dari Masjid Kubah ke Sidratul Muntaha, tempat yang sama di mana beliau mengalami mi’raj.’ Ketika beliau selesai berbicara orang yang serba hijau itu membawa dua makhluk yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Kami menunggangi kedua makhluk tersebut dan mengangkasa. Setiap kali kami naik, kami mendapatkan pengetahuan yang terdapat di tingkat antara Bumi dan Surga itu.” ”Mustahil melukiskan apa yang kami lihat dan kami pelajari dalam mi’raj itu, karena kata-kata tidak bisa mengekspresikan apa yang berhubungan dengan hati, kata-kata tidak bisa mengungkapkannya kecuali dengan merasakan dan mengalaminya sendiri. Kami melanjutkan mi’raj kami sampai tiba di maqam Realitas Rasulullah saw (al-haqiqat al-Muhammadiyya), yang berada di Kehadirat Ilahi. Setelah kami memasuki tingkatan ini, Syaikhku lenyap, Aku pun lenyap. Kami melihat bahwa tidak ada lagi yang eksis di alam semesta ini kecuali Rasulullah saw sendiri. Kami rasa tidak ada yang berada di maqam selanjutnya kecuali Allah swt sendiri. “ Kemudian Aku mendengar suara Rasulullah saw berkata kepadaku, “Wahai Muhammad Baba as-Samasi, Wahai anakku, jalur tempat engkau berada adalah jalur yang paling mulia, dan orang-orang yang telah terpilih untuk menjadi bintang dan penunjuk bagi ummat manusia akan diterima di jalur tersebut. Kembalilah, dan Aku akan mendukungmu dengan segala kekuatanku, dan Allah swt mendukungku dengan Kekuatan-Nya. Layanilah Syaikhmu.” Ketika suara Rasulullah saw menghilang, Aku menemukan diriku berdiri di tengah Syaikhku. Itu adalah sebuah karunia yang besar, berada dekat dengan Syaikh yang sangat kuat, yang bisa membawamu ke Kehadirat Ilahi. Syekh Muhammad Baba as-Samasi q.s. meninggal dunia di Samas pada tanggal 10 Jumada al-Akhir, tahun 755 H. Beliau mempunyai empat khalifah, tetapi Rahasia dari Ahli Silsilah hanya diteruskan kepada Sayyid Amir Kulal ibn as-Sayyid Hamza q.s. Sumber : www.naqsyabandi.web.id

Tragedi Penyaliban Al-Hallaj

Eksekusi al-Hallaj, seorang tokoh sufi adalah sejarah penyiksaan yang paling brutal. Setelah dikurung lebih delapan tahun, sebelum dieksekusi ia dicambuk 1000 kali, dipukuli, disayat-sayat, dimutilasi, kemudian disalibkan. Karena malaikat maut tak kunjung menjemput, esok hari lehernya dipenggal. Tubuh tanpa kepala itu disiram minyak dan dibakar. Abu jenazahnya dibawa ke menara pengintai, ditabur-taburkan agar dibawa lari angin dan jatuh hanyut ke aliran deras sungai Tigris. Kepala tanpa tubuh dikirim ke Khurasan, sebuah kawasan pengikut setia ajaran al-Hallaj. Peristiwa horor ini dilakukan di arena publik, di gerbang kota Baghdad yang selalu ramai sebagai pelintasan penduduk Baghdad atau pun para pendatang. Sejenak kita bisa bertanya, apa yang dilakukan oleh al-Hallaj sampai ia disiksa dan dihukum mati dengan sadis? Bagi pengikut setia al-Hallaj, ia dibunuh karena aktivitas politiknya. Ia dituduh misionaris Qaramithah — sebuah kelompok yang melancarkan kudeta terhadap Dinasti Abbasi — oleh karena itu bentuk hukuman al-Hallaj seperti mereka yang dituding musuh politik penguasa, disebut “hirabah”, ”bughat” dan pengacau sosial (al-fasad). Mereka dieksekusi, dipancung, dan disalib. Bagi murid-muridnya ajaran al-Hallaj mengajarkan tauhid paling tinggi. Al-Hallaj mengalami wahdatu al-syuhud (kesatuan penyaksian) — di mana dan kapan pun bisa melihat Allah, karena dirinya telah sirna (fana) dalam hakikat Tuhan. Diriwayatkan dari al-Hallaj berkata, “aku melihat Tuhanku dengan mata hatiku, kusapa Dia “siapa Kamu?” Dia menjawab “kamu”. Pun pengaruh ajaran dan politik al-Hallaj membawa kekhawatiran dua kubu di penguasa pemerintah Abbasi. Pertama, kubu politik Dinasti Abbasi yang takut pengaruh al-Hallaj akan membawa bentuk pembangkangan baru, setelah sebelumnya pemerintahan ini didera pelbagai pembangkangan politik seperti “Revolusi Negro”, Qaramithah, rongrongan Dinasti Fathimi yang beraliran Syiah Ismailiyah di Tunisia. Mereka memiliki prasangka yang buruk terhadap al-Hallaj yang dikenal memiliki latar belakang keluarga dan pengikut yang masuk dalam kelompok oposan terhadap penguasa. Kondisi politik dan ekonomi pemerintahan Abbasi saat itu sedang kacau, akibat pemberontakan di mana-mana yang menggerus kas negara. Salah satu usaha yang dilakukan adalah menarik upeti dari rakyat dengan harga yang mencekik dan tak jarang melalui perampasan. Kedermawanan al-Hallaj yang langsung membantu dan membagikan uang pada rakyat tanpa menyerahkannya ke kas negara (baitul mal) membuat penguasa marah. Kelompok kedua adalah ulama fiqh yang hidup dengan menyusu pada penguasa, yaitu ulama fiqh Maliki dan Dhahiri. Mereka pun melihat ajaran al-Hallaj mengancam doktrin agama dan sumber kehidupan mereka. Al-Hallaj bersama kalangan sufi lainnya mementingkan ”makna batin” dari teks dan ajaran agama, sedangkan kalangan fiqh berusaha menjelaskan ”makna lahir’ dari teks agama. Dua kubu yang korup ini bersatu untuk menghancurkan al-Hallaj yang dituding bisa mengancam eksistensi mereka. Cara yang paling efektif untuk memojokkan al-Hallaj dengan dua tuduhan: ia murtad dan zindiq yang berarti musuh agama, ia penganjur ajaran Qaramithah yang berarti ia musuh kerajaan. Tahun 297 H / 909 M keluar fatwa dari Muhammad bin Dawud ulama madzhab Dhahiri yang mengafirkan al-Hallaj atas tuduhan dia telah bersatu dengan Allah. Al-Hallaj ditangkap dijebloskan ke penjara. Namun Ibn Suraij seorang ulama besar dari madzhab Syafii memberikan pembelaan dengan kata-katanya yang terkenal ”Aku melihatnya orang yang hafal al-Quran, dan memiliki pemahaman yang baik terhadapnya. Ia mahir dalam ilmu fiqh, ilmu hadis, sejarah, dan biografi, ia berpuasa di siang hari, dan shalat di malam hari… ia menangis dan berkata dengan ucapan yang tidak aku pahami, tapi aku tidak menganggapnya sebagai orang kafir” Pendapat Ibn Suraij ini mampu membantah pendapat Bin Dawud. Untuk sementara, al-Hallaj selamat dari eksekusi. Setelah Ibn Suraij wafat, maka pembela al-Hallaj dari kalangan ulama fiqh yang berpengaruh sudah tidak ada. Kekacauan ekonomi dalam pemerintahan Abbasi menyebabkan krisis politik yang berujung bongkar-pasang kabinet menteri. Seorang menteri penjilat dan penarik upeti yang kejam diberi wewenang yang besar dalam keputusan politik. Ia bernama Hamid bin al-Abbas. Eksekusi yang gagal terhadap al-Hallaj dirancang kembali. Hamid menyusun makar untuk menggelar sebuah pengadilan agama untuk ajaran al-Hallaj yang dipimpinnya sendiri. Seorang ulama madzhab Hanbali bernama Ibn Atha’ yang simpati pada al-Hallaj dipukuli sampai sekarat, setelah itu dipulangkan ke rumahnya dan meninggal. Hamid dibantu Abu Umar bin al-Hamadi ulama fiqh dari Madzhab Maliki yang diketahui memiliki ambisi untuk menduduki posisi hakim-agung (qadli al-qudlat). Seorang ulama dari madzbab Hanafi Ibn Bahlul yang tampak enggan mengikuti persidangan diganti dengan hakim Hanafi lain yang mau bekerjasama. Sedangkan ulama dari kalangan madzhab Syafii dan Hanbali memboikot persidangan ini. Mudah ditebak, akhirnya jatuh vonis hukuman mati untuk al-Hallaj, tanggal 25 Dzul Qa’dah 309/26 Maret 922. Vonis dari sebuah pengadilan yang penuh rekayasa berasal dari aliansi kotor penguasa yang pengecut dan korup serta ulama yang jahat. Di kayu salib, al-Hallaj berseru: O Tuhan, lihatlah hamba-hamba-Mu berkumpul menginginkan kematianku, karena ingin membela agama-Mu dan dekat dengan-Mu. Ampuni mereka. Karena apabila engkau menyingkap (Kebenaran) pada mereka seperti yang Kau singkap untukku, mereka takkan melakukan tindakan ini, dan apabila Engkau menutupiku (atas Kebenaran) seperti yang Kau tutupi pada mereka, maka, aku tidak akan diberi cobaan seperti yang aku alami sekarang. Dalam proses penyiksaan al-Hallaj mengadu O Tuhanku, Engkau mengasihi orang yang menyakitimu, bagaimana Engkau tidak mau mengasihi orang yang disakiti karena-Mu? Kutipan-kutipan tadi hanya keluar dari orang yang benar-benar merasa dekat, intim, dan menyatu pada Tuhannya. sumber: sufimuda.net

ZUHUD DARI DUNIA

Ketika mendengar kata zuhud, terlintas dalam pikiran kita adalah kehidupan yang meninggalkan atau menjauhi kehidupan dunia. Yang namanya menjauhi kehidupan dunia tentu merupakan hal yang sulit dilakukan orang-orang saat ini. Namun tak selamanya zuhud tampak demikian. Belum tentu hal yang tampaknya meninggalkan keduniaan itu merupakan zuhud, dan juga sebaliknya. Kehidupan yang yang bergelimang kemewahan dan harta itu tidak zuhud. Zuhud sebenarnya merupakan suatu sikap kita yang tidak merasa ingin memiliki dan berambisi untuk menguasai. Jadi, zuhud itu merupakan cara atau metode untuk menjaga jarak dengan dunia, bukan meninggalkannya. Maka gunakanlah kehidupan dunia ini –harta, keturunan, akal pikiran- sebagai suatu sarana, bukan tujuan hidup. Ingat kawan, hidup ini hanya transit! Alias sementara! Banyak orang yang memiliki tujuan hidup seperti memiliki anak yang cerdas, kaya, dan sebagainya. Namun jika kita amati lagi, keinginan seperti itu malah justru membebani kita dalam hidup. Seolah-olah pikiran kita berkata “harus tercapai!”. Belum lagi jika kita sudah mendapatkan keinginan itu dan kita sudah terlanjur senang kemudian hilang begitu saja. Sakit hati kan?? nah, sebaiknya tujuan hidup ini kita bikin saja untuk akhirat. Tercapai atau tidak kita akan tau esok, dan jangan sampai menyesal. Sebaiknya kita tidak terlalu senang dengan apa yang didapat dan terlalu sedih dengan apa yang hilang. Dengan melakukan zuhud alias menjaga diri dari dunia kita akan merasa tentram dalam hidup. Karena, kita tidak merasa iri atau ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain atau merasa tertekan dengan apa yang dimiliki orang lain. Hm, sekarang kita bahas orang-orang yang berkata bahwa zuhud itu meninggalkan pakaian yang mewah dan harta kekayaan. Maksud ini sebenarnya benar, namun salah jika niatnya salah. Yang dimaksud berniat salah misalnya, agar dipuji orang lain, dianggap alim, dan lain-lain. Lebih baik lagi kalau ke-zuhud-an itu disembunyikan, hanya kita dan Allah yang tahu. Ciri-ciri seorang zuhud yang saya dapatkan dari sebuah buku, 1. Tidak merasa bangga dengan apa yang ada dalam dirinya dan tidak merasa sedih jika kehilangannya. 2. Tidak merasa bahagia dengan pujian yang diberikan orang lain tidak merasa sedih atau marah dengan cercaan orang lain. 3. Selalu mengutamakan cintanya kepada Allah dan membatasi cintanya pada dunia. Kalau dilihat-lihat yang paling sulit ciri-ciri ketiga. Terkadang manusia memang lebih mencintai kekasihnya daripada mencintai-Nya dan kekasih-Nya. Alangkah baiknya jika kita mampu melatih diri kita untuk zuhud. Berniat untuk menjadi zahid (orang yang zuhud) sudah baik jika kita tak mampu melakukannya. Cara berlatihnya terapkan dalam hidup kita sabar, syukur, jangan sombong, tidak berbangga diri, hemat, dan selalu ingat dengan Sang Pencipta, Allah SWT.

Pripyat - Kosong dalam waktu 3 hari

Pripyat (bahasa Ukraina: При́п'ять, Pryp'yat’; bahasa Rusia: При́пять, Pripyat’) adalah kota mati yang terletak di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, Oblast Kiev, Ukraina bagian utara, tidak jauh dari perbatasan dengan Belarus.[2]

Kota ini memiliki status khusus sebagai kota yang berada di bawah pengawasan langsung Oblast Kiev walaupun sebenarnya masih dalam cakupan wilayah Raion Ivankiv. Kota ini juga diawasi oleh Kementerian Keadaan Darurat Ukraina sebagai bagian dari wilayah yang terletak dalam zona alienasi.

Pripyat didirikan pada tahun 1970 sebagai tempat tinggal bagi karyawan PLTN Chernobyl. Kota ini diresmikan pada tahun 1979, tetapi ditinggalkan penghuninya pada tahun 1986 pasca bencana Chernobyl. Pada masanya, Pripyat merupakan kota nuklir kesembilan (bahasa Rusia: атомоград, atomograd, secara harfiah 'kota atom') di Uni Soviet dan memiliki populasi kira-kira 50.000 jiwa sebelum terjadi bencana.

Stasiun Yanov (bagian dari jalur kereta api Chernigov-Ovruch) terletak kurang dari 1 km dari pusat kota. Selain itu, kota itu juga dilintasi aliran Sungai Pripyat yang dapat dilayari.





Pintu Masuk Kota


video tentang pripyat (english)<<< click here

video reaktor 4 yang meledak

Kolmanskop (kota mati di Namibia)

The town of Kolmanskop in the harsh Namibia desert was a boom town at one time but is abandoned today except for the steady stream of curious tourists who come daily to see how the sand is reclaiming the town.

In 1908 out in the Namib Desert a few miles from the southern Namibian port town of Luderitz, a railway worker was walking the train tracks keeping them clear of the ever blowing desert sand when he picked up what he thought was a stone. The stone turned out to be a diamond and the boom town of Kolmanskop was born.

Image via Wikipedia
Reportedly diamonds were so plentiful in the area they could simply be plucked right off the ground. The area was soon flooded with diamond seekers hoping to make a quick fortune. The boom town of Kolmanskop sprang from nothing and in a short period of time had a hospital, casino, theater, school, ballroom, power station and even a skittle alley.

Source (Kolmanskop skittle alleys)
Diamonds were easy to find at first and from 1911 to 1914 some 5 million karats (2,200 lbs) of diamonds were found. Kolmanskop boomed to handle the demand. But as time went went by the diamonds were harder to find and in 1926 a new diamond field was discovered further south near Oranjemund.

Source
Kolmanskop saw a rapid and steady decline of people and became totally abandoned in 1956 and became a ghost town.

Source (Last one out turned off this old light switch)

Source (Once the people left even the rats could not survive)
Today, Kolmanskop is a popular tourist attraction run by the Namibia-De Beers company and daily guided tours leave from Luderitz every morning.

Source
The ghost town has also been used as a film set. Scenes from the 1993 movie Dust Devil and the entire 2000 movie The King is Alive were filmed at Kolmanskop.

Source
Visitors to Kolmanskop can see a well preserved ghost town where some restoration has taken place.

Image via Wikipedia
But most of the town has been overrun by the unrelenting desert wind and sands which have not really destroyed the place, just filled it up.

Source


Source
To learn more about the Namib Desert area which has the largest sand dunes in the world please see Namib Desert: A Hauntingly Beautiful Place. You can see the largest canyon in Africa and second largest canyon in the world here Fish River Canyon. And see great animals of Namibia at Magnificent Animals of Etosha National Park.

Read more: http://trifter.com/africa/south-africa/kolmanskop-ghost-town/#ixzz1rWdaSaDO

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / This is The World!

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger